Sabtu, 17 Januari 2009

SATU LAGI PENGALAMAN UNIK ;-)

Hari mulai menjelang siang dan waktu menunjukkan pukul 09:30 wib ketika aku selesai memeriksa Berita Acara Serah Terima Naskah Tes dan LJK. Aku memutuskan tuk menggunakan waktu luang yang ada tuk menemui Kepsek guna menyampaikan amanat dari Pusat. Bapak separuh baya itu sedang duduk sambil menata berkas di mejanya ketika aku datang menghampiri. Aku pun menyapanya terlebih dahulu: "Maaf pak, mengganggu. Bisa saya minta waktu sebentar? Ada amanat dari Pusat yang harus saya serahkan untuk sekolah". Lalu sambil tersenyum Kepsek itu pun mempersilakan aku duduk dan menyimak semua yang aku sampaikan kepadanya.
Ketika aku hendak pamit tuk melanjutkan pengawasan jalannya tes tiba-tiba Kepsek bertanya sebuah pertanyaan khas yang hampir selalu menjadi "bumerang" bagi diriku sendiri. Begini pertanyaannya: "Ibu, kuliahnya jurusan apa?"
O..ow..."alarm" di kepala ku mulai berbunyi kencang. Jika ku jawab dengan jujur maka hampir dapat dipastikan sesi obrolan ini akan bertambah panjang dan menghambatku tuk melanjutkan tugas mengawas di sekolah. Nurani ku mengambil alih dan menjawab dengan jujur meski lidahku terasa kelu: "Psikologi, Pak" jawabku sesingkat mungkin. Berusaha keras agar tidak memberi celah curhat namun ternyata langkahku salah dan alih-alih menutupi, yang ada aku malah membuka pintu selebar-lebarnya bagi si bapak tuk menyambung percakapan.
"Ooooh....psikologi tho!!! Saya juga dulu pernah belajar waktu kuliah dulu. Mungkin ibu pernah baca PSIKOLOGI REMAJA karangan Sarlito Wirawan???" tebak si bapak dengan nada menyelidik yang terdengar cukup antusias di telingaku.
Demi mempersingkat perbincangan aku menggelengkan kepala sembari tersenyum dan menjawab "Oh...belum pernah baca, pak" ujarku jujur. Ku harap setelah jawaban ini aku dapat langsung undur diri dari hadapannya dan bertugas kembali di kelas. Ternyata lagi-lagi aku salah! Dengan lancarnya dan seolah tak mempedulikan bahasa tubuhku yang hendak beranjak pergi meninggalkan ruangan, dia mulai bercerita tentang keponakannya yang menurut dia tidak hormat pada orang tua yang notabene adalah kakak tertuanya. Setelah itu cerita disambung dengan kisah sang keponakan yang mampu menyelesaikan kuliah 2 jurusan sekaligus di 2 universitas yang berbeda. Dilanjut lagi dengan cerita anak tertuanya yang sekarang sedang kuliah dan baru saja membelikan HP untuknya. Lalu kembali lagi cerita tentang keponakannya....bla...bla..bla....
Aku hanya bisa tersenyum dan mendengarkan cerita dengan seksama sambil menanti celah dimana aku bisa memotong dan berpamitan padanya. Dalam hati aku menertawakan diri sendiri yang membiarkan diri "terjebak" dalam situasi semacam ini. Ckckckckckckck...he must have been lonely 4 all this time...couldn't find anyone whom willing 2 hear his stories....
Aku pun memutuskan tuk menjadi pendengar yang baik dan menikmati cerita si bapak. Ku pikir tak ada salahnya dan aku bisa belajar banyak dari ceritanya sekaligus mengasah kepekaan intuisi ku sebagai CP. Berkat keterbukaan sikap ku membuat pak Kepsek semakin terlena...dia mulai nunjukkin 2 karya puisinya....Waduh!!! makin panjang neh urusan kalo kayak gini. Tak perlu berpanjang kalam lagi maka setelah membaca sekilas dan memberi support agar terus berkarya, aku pun undur diri dari ruangan dengan alasan hendak kembali mengawas. Fiuuuh....saved by test time limit.
Dan tes pun selesai...saat aku sedang membereskan berkas-berkas di ruang tamu sekolah tiba-tiba pak Kepsek kembali menghampiri. Aku tak mau memberi celah dengan memusatkan perhatian menghitung buku tes serta LJK yang ada di tanganku. Meski begitu pak Kepsek tetap berusaha menciptakan percakapan. "Ckckckckckckck....gigih juga bapak yang satu ini" aku berkata pada diri sendiri.
Saat pekerjaan ku selesai dan aku melihat ke arah pak Kepsek yang masih asyik bercerita, tiba-tiba dia bertanya padaku:"Ibu sudah berkeluarga atau masih single?" belum sempat aku menjawab dia sudah menyambung kembali "Adik ipar saya masih single kalau ibu berminat!?! ujarnya berpromosi.
Aku menjawab berondongan pertanyaan tersebut dengan tertawa dan mengucapkan terima kasih. Ada-ada saja Kepsek yang satu ini :-))
Begitulah pengalamanku ketika bertugas kemarin. Benar-benar unik -dalam pandanganku- sekaligus berkesan. Mungkin lain kali aku harus mempertimbangkan jawaban yang lebih diplomatis jika ada yang bertanya tentang jurusan kuliah yang ku ambil agar aku tidak jadi repot dibuatnya :-P


-rf-

Tidak ada komentar: