Jumat, 26 Desember 2008

SERBA AQ!!!!



Berusaha eksis di setiap kesempatan dan diabadikan dalam bentuk yang kongkrit agar dapat menjadi bukti jika kelak mendongeng ke anak cucu hehehehehehehehe.

-rf-

Kamis, 25 Desember 2008

NO REGRET!!!

Jum'at, 26 Des. 2008

Tak terasa hampir sampai aku di penghujung tahun 2008. Waktu berjalan begitu cepat seolah berlari hendak mengejar segala ketertinggalan. Terbersit sebuah tanya di benakku: "Apa saja yang sudah ku alami selama setahun ini?".....
Jawabannya ada begitu banyak hal yang ku alami sepanjang tahun 2008 ini. Baik itu di perkuliahan, pertemanan, kegiatan sosial, kehidupan pribadi, dan masih banyak lagi yang tak perlu ku sebutkan satu persatu di sini.
Perasaanku kala mengingat semua campur aduk jadi satu. Ada perasaan bahagia, senang, bangga, bersyukur, sedih, terpuruk, merasa diabaikan, tersakiti, dsb. Aku merasa menjadi 'kaya' dengan keragaman itu.
Apapun yang terjadi pada diriku, aku meyakini bahwa semua terjadi atas kehendakNya. Ada kalanya aku menerima anugerah berbuah senyum di wajah, namun ada kalanya Dia menegurku dengan derai air mata.
Semua merupakan bagian dari proses hidup and i have NO REGRET!!!
I shall leave all the past behind and live at present. Making plans for the future but stay focus at present (",)
Have a wonderful life to all of you (^_^)

luv
-rf-

Sabtu, 20 Desember 2008

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

Menggapai masa depan yang lebih cerah dan lebih baik sepertinya hampir menjadi tujuan hidup setiap orang di dunia. Kilasan mimpi kehidupan yang sukses di masa yang akan datang mungkin beberapa kali pernah hadir menyapa kita. Seolah hal tersebut begitu nyata dan keberhasilan itu begitu dekat dan dalam sekejap semua mimpi menjadi nyata. Betapa indah terasa….
Namun, ketika kita menengok diri saat ini nampaknya hal tersebut menjadi hal yang hampir mustahil untuk dapat terwujud. Dalam benak kita mucul berbagai pertanyaan mengapa keraguan ini begitu kuat menghantui meski kita merasa sudah mengerahkan segenap tenaga tuk mengenyahkannya dari kehidupan namun keraguan itu justru semakin kuat mengusik. Ada apa gerangan??? Darimanakah keraguan ini berasal??? Dapatkah ia menyingkir tuk selamanya???
Setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda. Pengalaman hidup yang pernah dijalani pun unik bagi masing-masing individu. Tak pernah ada yang mengalami pengalaman hidup yang sama persis –hanya ada beberapa kesamaan secara umum namun berbeda secara detil-. Secara garis besar dapat kita kategorikan pengalaman hidup itu menjadi KEBERHASILAN atau KEGAGALAN.
Keberhasilan adalah saat dimana kita dapat mencapai apa yang kita inginkan dan perasaan yang akan timbul tentulah kegembiraan serta kebahagiaan. Sedangkan kegagalan adalah saat dimana kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan atau keadaan tidak berjalan sesuai dengan harapan kita. Kedua keadaan ini pada dasarnya hanya akan berlangsung sementara tetapi dampaknya mungkin akan terus terasa dan berpengaruh bagi hidup kita.
Keberhasilan akan menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa kita mampu untuk meraih mimpi dan cita-cita. Pola pikir positif juga akan terbentuk dengan sendirinya dan memacu diri untuk menjadi lebih baik. Sementara kegagalan akan meninggalkan ‘luka’ di hati jika kita berusaha menyangkal dan menutupi tanpa mau mengakuinya terlebih dahulu bahwa kita memang pernah gagal namun itu tidak menjadikan hidup kita berakhir tuk selamanya. Kita cenderung membiarkan ‘luka’ itu tersembunyi daripada memulihkannya, kita lebih memilih tuk bersikap seolah ‘luka’ itu tidak ada.
Jika saja kita mau menyadari bahwa sebagai manusia kita adalah makhluk yang jauh dari sempurna. Ada kalanya kita berbuat salah dan gagal dalam sesuatu, it’s very human. Karena kegagalan yang pernah kita alami tidak menjadikan kita sebagai pecundang seumur hidup. We don’t play victim unless we choose to be one. Suka atau tidak kita turut andil atas kegagalan yang pernah kita alami. Akui itu dan maafkan diri sendiri atas kegagalan yang menimpa dan teruslah melangkah.
Tanpa sadar kita mungkin menciptakan hambatan bagi diri sendiri hingga kita sulit tuk mewujudkan cita-cita yang seolah telah tampak di depan mata menanti tuk segera kita raih. Maafkan kegagalan yang telah terjadi dan berdamailah dengan diri sendiri. Kini adalah saatnya untuk memberikan usaha terbaik dan menjadikan masa depan menjadi lebih baik .

Sabtu, 20 December 2008
-rf-

Selasa, 09 Desember 2008

KISAHKU HARI INI…..

Mataku rasanya beraaaaat……sekali! Ingin segera terpejam tapi aku ingin berbagi kisah dulu dengan kalian semua sebelum aku terlelap. Berbagi perasaan campur aduk yang kurasakan saat ini. Agar nantinya aku juga dapat memetik hikmah dari berbagai peristiwa yang ku alami hari ini.
Bangun tidur kesiangan jadilah begitu sadar dah nyaris 5.30 aku langsung loncat –pengennya sih salto biar keren- dari tempat tidur. Bisa telat nich!!! Itu tidak boleh terjadi karena hari ini jadwal praktik konseling di kelasnya bu Anizar  beliau sebetulnya baik dan enak ngajarnya cuma jadi takut salah aja kalo di depan beliau.
Sekitar pukul 6 lebih 15 menit aku meluncur dari rumah dengan jantung kebat-kebit, bingung mikirin nanti mau ngomong apa pas sesi konseling. Sebetulnya bukan bingung mau ngomong apa tapi lebih tepatnya takut diomongin apa sama si ibu dosen :P akhinrya aku menghibur diri dengan mendengarkan radio. Sepanjang jalan ketawa-ketiwi sendiri karena celetukan penyiar yang dah gak punya urat malu :P
Pas sampe jalur busway arah proklamasi, jalanan mulai padat. Emang biasa gitu juga sich tapi pagi tadi mobilku sempat mati sebentar sebelum pada akhirnya nyala lagi. Ada rasa khawatir juga plus deg-degan di hatiku sambil bertanya dalam hati: “Ada apa ya??? Kok jadi gak konsen lagi…. ” ku tepis semua ragu dan bertekad untuk fokus pada kegiatan hari ini. Perlahan aku mulai memasuki jalan Diponegoro. Speedometer ku menunjukkan angka 40km/h, perasaanku baik-baik saja. Dari kejauhan ku lihat sebuah sepeda motor melaju ke arahku, ini jelas melanggar aturan lalu lintas karena jalan yang ku lalui berlaku satu arah. Timbul perasaan aneh di hatiku….ku lihat sepeda motor itu menabrak seorang pejalan kaki….akibatnya oleng dan dengan kecepatan tinggi dia menabrak sisi kanan mobilku sebelum akhirnya jatuh mencium aspal. Aku kaget! Tak mampu bersuara, lututku lemas dan tanganku gemetar….ku lihat dari spion si pengendara motor bangkit sambil memarahi si pejalan kaki. Aku marah sekali melihat hal tersebut!!! Sudah jelas dia yang salah eh malah dia yang marah-marah.
Aku memutuskan untuk masuk ke halaman kampus. Aku terdiam sesaat berusaha keras mengambil keputusan apa yang akan ku lakukan berikutnya. Di pikiranku muncul wajah daddy, mama, mas, nana, dieni, linda, dan si pengendara motor. Perasaanku campur aduk antara bingung, kaget, takut, dan marah. Akhirnya aku ber-istighfar…lalu ku telfon nana. Tak lama nana, dinda, linda menghampiriku ke mobil. Pikiranku kacau!!! Aku panik membayangkan reaksi mama dan daddy jika tahu kejadian ini. Akhirnya ku telfon pihak asuransi dan membuat laporan via telfon sekaligus ku katakan aku akan mengurus langsung klaimnya ke kantor pusat Garda Oto di jl. TB Simatupang. Daddy juga sudah ku telfon dan ku pesan agar tidak mengatakan apa-apa ke mama, biar nanti aku saja yang memberitahu langsung. Ketika aku sedang menelfon asuransi, dari kejauhan ku lihat seorang wanita paruh baya bergaya parlente turun dari mobil di depan lobby kampus. Gosh!!! She has arrived….dosenku dah datang…makin kalutlah pikiranku .
Tuntas menelfon akupun lekas naik ke lt.9 karena aku yakin kelas pasti sudah dimulai. Aku tidak boleh terlalu lama berdiam meratapi nasib. Aku harus melanjutkan aktivitasku hari ini. Perlahan aku mulai menyusun rencana langkah yang akan ku tempuh, mulai dari menjalani praktek konseling, lalu pulang ke rumah tuk mengambil surat-surat mobil, menyampaikan ke mama tentang apa yang terjadi padaku pagi tadi, mengurus klaim ke Simatupang, mengurus mobil di bengkel, menunaikan titipan transfer kartu kredit daddy. Belum apa-apa rasanya sudah lemas duluan….
Saat praktek pun dimulai. Aku baru sadar kalau aku tidak membawa perlengkapan untuk merekam. Belum lagi persiapan pertanyaan yang akan ku ajukan selama proses konseling berlangsung. Alhamdulillah OPku si nana jadi aku tidak terlalu tegang selama berada di ruang praktek. Saat praktek aku membayangkan wajah ibu dosen yang sedang memperhatikan dengan wajah berkerut lewat kamera yang sudah terpasang di ruangan tempatku berada. Setelah selesai sesi pertama, aku kembali ke kelas dan mendapat feedback. Setelah itu aku kembali melanjutkan sesi konseling sekaligus mengakhirinya. Fiuuh….rasanya lega sekali ketika si ibu dosen mengatakan bahwa klien ku sudah mendapat insight. Ya iyalah….secara emang udah diatur begitu :P
Setelah mendapatkan izin aku pun meluncur pulang. Sepanjang jalan aku berupaya mengumpulkan keberanian untuk bertemu dengan mama dan menatap wajahnya serta menyampaikan apa yang telah terjadi. Sudah terbayang wajah dingin mama yang selalu mampu meluluhlantakkan hatiku. Intinya aku takut 
Rumah tampak lengang ketika aku sampai. Perlahan aku masuk ke rumah dan perasaanku mengatakan bahwa mama sedang tidur. Benar saja, ternyata mama sedang tertidur lelap namun ia sempat bangun sebentar membukakan pintu kamar untukku lalu ia kembali terlelap. Alhamdulillah….sedikit lega aku pun memutuskan tuk menunaikan sholat terlebih dahulu agar lebih tenangkan hatiku. Selesai sholat aku mulai mengendap-endap masuk ke kamar mama dan beraksi mengumpulkan kelengkapan surat mobil. Meski sudah berusaha sesunyi mungkin namun tetap saja pada akhirnya mama terbangun .
Prediksiku lumayan tepat. Wajah cantik mama jadi berkerut menahan amarah begitu ku ceritakan apa yang terjadi dengan mobil pagi ini. Meski sudah menduga sebelumnya namun tetap saja jantung kebat-kebit waktu melihat ekspresi mama yang super duper sengit!!! Sedikit terburu-buru aku pamitan dan segera meluncur menuju kantor pusat asuransi di jl.TB Simatupang. Mama sempat mau mengantar tapi aku tak tega mengajaknya karena sudah dapat dipastikan proses ini akan memakan waktu cukup lama dan membutuhkan energi yang cukup besar.
Proses pengurusan klaim tidaklah sesulit seperti yang ku bayangkan. Begitu datang aku langsung disambut oleh satpam yang ramah lalu aku diantar ke bagian costumer service untuk membuat laporan tertulis sekaligus melengkapi surat-surat yang dibutuhkan. Dilanjutkan dengan sesi foto-foto bagian yang rusak dan akhirnya keluarlah Surat Perintah Jalan (SPJ) bagi bengkel yang ditunjuk guna memperbaiki kerusakan mobilku .
Fiuuh……setelah seharian mengurus klaim asuransi, tubuhku serasa luluh lantak. Mataku begitu berat seolah digelayuti barbell yang beratnya 5 kg!!! (Lebay banget tata bahasanya :p). Walhasil selepas sholat Isya aku terkapar dan terlelap hingga pagi menjelang.
Begitulah kisahku hari ini…..sungguh sangat menegangkan dan nyaris membuat kepala ini hancur berkeping-keping…..oia, sewaktu berada di jalan tol menuju kalimalang hujan deras dan dari kejauhan aku melihat sesuatu yang begitu indah….Subhanallah,…aku melihat pelangi!!! Terima kasih ya Allah…atas segala hal yang telah ku alami hari ini….semoga semakin hari aku bisa menjadi orang yang lebih baik. Amiin…
Kamis, 27 November 2008
-rf-

Sabtu, 22 November 2008

MOVIE REVIEW: BODY OF LIES



Film yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio dan Russel Crowe ini mengambil setting situasi perang di Timur Tengah khususnya Irak. Roger Ferris (Leonardo DiCaprio) adalah seorang agen intelijen AS yang ditugaskan untuk menemukan pemimpin kelompok gerilya bernama Al Saleem yang merupakan otak dari berbagai peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di benua Eropa. Ferris digambarkan sebagai sosok agen intelijen yang cerdas dan telah teruji mampu bertahan di tengah situasi yang semakin memanas di Timur Tengah.
Dalam menjalankan misinya Ferris selalu menjalin kerjasama dengan penduduk lokal. Bertahun-tahun bertugas di Timur Tengah membuat Ferris mengalami pergulatan batin antara menjalankan tugas Negara atau membantu meringankan penderitaan mereka yang menjadi korban perang dan menginginkan kedamaian. Selama menjalankan tugas, Ferris selalu memberikan laporan kepada Ed Hoffman (Russel Crowe) seoarang atasan ambisius yang berambisi menduduki jabatan tertinggi CIA dengan memanfaatkan situasi perang di Timur Tengah. Lewat sambungan satelit Ferris selalu melaporkan perkembangan misi yang tengah dijalaninya kepada Hoffman yang berada di kantor pusat CIA di Langley, Virginia.
Perjalanan Ferris guna menemukan dan menangkap Al Saleem dengan menggunakan perpaduan teknologi serta teknik intelijen membuat film ini terasa semakin memukau. Kecanggihan teknologi membuat segala sesuatu yang tak mungkin jadi mungkin untuk dilakukan. Mengawasi setiap jengkal wilayah dalam situasi perang yang genting menjadi mudah dengan bantuan satelit, seperti halnya menonton program televisi dalam layar besar. Pada akhirnya kegigihan dan pengorbanan Ferris membuahkan hasil. Al Saleem berhasil ditangkap di akhir cerita.
Ketika menyaksikan film ini ada rasa marah mengusik relung hatiku yang terdalam. Marah karena dalam film ini tokoh antagonis digambarkan sebagai seorang muslim yang shaleh dan cerdas sekaligus merupakan pembunuh berdarah dingin. Seolah terorisme lekat dengan Islam. Meski kelicikan agen intel AS juga dibongkar habis namun itu tidak mengubah garis besar cerita Islam sebagai agama yang identik dengan kekerasan serta aksi terror.
Akting Leonardo DiCaprio patut diacungi jempol. DiCaprio mampu menghidupkan tokoh Ferris sebagai agen intel yang cerdas. Dialog dalam bahasa Arab nampaknya tidak menjadi suatu masalah baginya. Semakin hari DiCaprio semakin menunjukkan kematangannya dalam seni peran. Acungan jempol dariku !!!
Selamat menonton!!!!!!!!!!!!!!!!!!

PS: thanks 2 ms.Laura who has recommended this movie 2 me ^_^

22 November 2008
RF

Minggu, 16 November 2008

SABTU KELABU

Sejak sehari sebelumnya aku sudah mempersiapkan segala keperluan yang akan ku gunakan pada sesi latihan hari Sabtu di STIKES Medistra. Rencananya aku akan melatih bersama Ntip di sana. Akhirnya setelah hampir 2 tahun aku vakum dari rutinitas latihan aku akan kembali menjalani latihan yang meski menguras tenaga namun terasa menyenangkan .
Cuaca agak mendung saat aku beranjak pergi. Sempat terbersit rasa ragu di hatiku namun segera ku tepis mengingat janji tuk melatih bersama ini sudah dibuat sejak beberapa bulan yang lalu. Aku tak sampai hati untuk membatalkan dan membuat Ntip kecewa. Selain itu rencananya setelah selesai melatih akan ada acara nonton bareng bersama teman-teman yang lain . Wah….rasanya tak sabar hati ini ingin berkumpul dan bercanda ria bersama teman-teman yang sudah lama tak ku jumpai.
Tepat pukul 10 aku mengganti pakaianku dengan seragam Taekwondo kesayanganku. Tak lupa ku kenakan sabuk hitam pinjaman dari Ntip –karena sabuk hitamku menghilang entah kemana. Ada kepuasan dan rasa bangga ketika bisa kembali mengenakan seragam putih itu . Aku merasa memiliki kekuatan. Aku cukup bersemangat dan memulai sesi latihan dengan berlari-lari kecil di dalam ruangan untuk pemanasan. Setelah itu Ntip mendaulat aku untuk memimpin stretching di depan murid-murid yang lain. Sampai saat itu aku merasa baik-baik saja dan tidak merasakan tanda-tanda sakit kecuali di beberapa bagian otot yang sudah lama tidak mengalami peregangan.
Stretching pun selesai dan aku kembali mendaulat Ntip tuk mengambil alih instruksi dariku. Dan rasa bangga itu pun kembali hadir berbuah senyuman bahagia di wajahku. Aku tetap bersemangat seperti di awal, keringat pun mulai bercucuran di tubuhku. Aku merasakan kesegaran yang sudah lama tidak ku rasakan . Aku semakin bersemangat melakukan beberapa gerakan tendangan dasar seperti apchagi dan dolyo-chagi.
Sampai ketika secara tiba-tiba aku merasa mulai kehilangan penglihatan. Keadaan seperti buram di hadapanku, rasa mual menyeruak ulu hatiku menimbulkan rasa takut pada diriku. Takut kalau aku tidak akan dapat terjaga lebih lama dan kehilangan kesadaran. Aku mencoba bersikap tenang dan berjalan perlahan ke arah Ntip yang tengah memberikan instruksi di bagian tengah ruangan. Aku katakan padanya aku ingin keluar sebentar dan ia menganggukkan kepala tanda setuju.
Kepalaku semakin terasa pening, peluhku mulai terasa dingin, tubuhku gemetar, aku mulai kehilangan kendali. Aku harus berbaring!!! Hanya itu yang ada di benakku saat itu. Aku hendak mengambil kunci mobil namun saraf-saraf di otakku sudah mulai tidak sinkron sehingga aku pun tidak dapat menyelaraskan pikiran dengan perilaku ku. Maksud hati hendak mengambil kunci namun yang ada di genggaman tanganku adalah handphone.
Rasa takut semakin kuat dan aku pun hanya bisa terdiam di atas kursi. Aku berteriak memohon pertolongan namun tenggorokanku tercekat dan bibirku menjadi kelu. Hanya bisa duduk terdiam dengan rasa takut yang semakin menjalari seluruh tubuhku. Aku mendengar suara-suara bernada khawatir yang menanyakan keadaanku tapi apalah daya aku tak mampu memberi respon apapun. Aku bisa mendengar Ntip memanggil-manggil namaku dan beberapa murid menawarkan kamar mereka agar aku bisa beristirahat tapi aku sudah kehilangan kendali. aku hanya bisa diam.
Aku merasa tubuhku melayang dan sesaat aku merasa seperti akan pergi jauh. Aku merasa seperti dekat dengan kematian. Aku menjadi sangat takut namun tak bisa berbuat apa-apa selain berharap Dia akan tetap menjagaku dan memberiku kesempatan tuk tetap hidup. Aku bisa merasakan tubuhku semakin lemah hingga membutuhkan 2 orang untuk menyangga tubuhku. Aku hilang kesadaran.
Aku sangat berterima kasih pada murid-murid ku yang telah menolongku, terutama Mey dan Indah yang setia menemani hingga aku sepenuhnya sadar. Alhamdulillah aku masih dapat hidup dan menghirup udara segar di pagi hari. Tubuhku semakin lemah dan aku harus bekerja keras untuk memperbaiki kondisi tubuhku jika masih ingin melihat mentari bersinar dengan indah di ufuk timur.

Ahad pagi
16 November 2008
In my quite bedroom
-rf-

Rabu, 12 November 2008

SEKEDAR MEMBERITAHU


Mo tau gak apa hal yang paling melegakanku selama menjalani kuliah yang padat dan melelahkan ini??! Dukungan dari orang-orang terdekat jawabannya. Orang-orang terdekat mulai dari mom and dad yang caring, adik cowok yang lagi berkutat dengan masa pubernya sehingga sering memunculkan perilaku ‘ajaib’ tapi masih merelakan diri tuk mendengarkan ceritaku, teteh dan keponakan yang jarang ketemu hingga buat hati ini kangen luar biasa, si mas yang seru buat diajak berantem, duo cewek tengil dengan ciri khasnya yang suka gak jelas (hihihihi…..duo cewe ini inisialnya N sama D).
Mo tau gak apa yang membuat aku bisa bertahan dengan segala tugas yang buat kepala jadi pusing dan seakan mo pecah?!? Pikiran positif setiap aku pertama melangkahkan kaki di pagi hari  Positif memikirkan menu apa yang akan ku santap untuk makan siang bersama dengan teman-teman yang lain. Percaya gak percaya, pikiran inilah yang membuat aku bersemangat dan mampu bertahan di kelas menanti saat makan siang .
Mo tau gak apa yang bisa membuat aku betah berlama-lama di kelas?!? Bercengkrama dengan teman-teman senasib sepenanggungan. Teman-teman yang sama-sama punya ciri khas kantung mata di wajah ketika deadline tugas hampir tiba atau bahkan sudah lewat. Teman-teman yang ‘sibuk’ merencanakan kesuksesan di masa depan meski belum tentu terealisasi. Teman yang suka bangga dengan kekayaan tapi gak sadar kalo semakin dia pamer justru semakin memberi alasan bagi teman-teman yang lain tuk ngetawain dia lebih keras. Teman-teman yang kemana-mana selalu membawa perut yang meng’gelembung’ karena terisi cikal bakal manusia alias hamil (lucu kalo ngeliat kelas ada ibu-ibu hamil jadi serasa kelas senam hamil bukan kuliah ….HaG3!!!).
Mo tau gak kenapa aku nulis semua hal ini?!? Cuma sekedar kasih tahu aja apa yang ada di otakku sekarang ini. Yang mo baca ya silakan…..bagi yang menyesal setelah membaca karena kecewa dengan isinya ya mohon maaf namanya juga iseng…hihihihihi……..
Mo tau gak kenapa tulisannya cuma sampai sini aja??!!! Ya karena dah ngantuk makanya cukup sekian. Have a great life!!!!

Nov.12th, 2008
-rf-