Selasa, 16 Juni 2009

WHAT A DAY....

Very early in the morning I had pretty 'heavy' talk with my friend, Laura. We talked about many things from A-Z. But our main concern was about our job. It's not easy but it's not impossible either. We just need to be more patient and deal with the process. Let's do our best and let God do the rest.

Anxiety, anger, fearness, excited, are feelings that mostly occur during our period of time. Unstable condition forces us to act abnormal sometimes. But that doesn't mean we're insane. No! At least not yet :P The important is when it occurs then we must seek help from our trusted friend. The one who can facilitate us to find and insight about what's going on.

Like today! We had trouble in communicating our obstacle in field with our boss whom happened to live over the sea. It was sensitive thing to talk but we really needed to let her know right away. So we tried to figure out the best way to communicate with her. Alhamdulillah after 2 hours talk, we still couldn't find the way ^^V so we started to discuss another thing that had nothing to do with our job :D

What I'm trying to say is that to achieve something then we must carefully think about steps we're taking. Coz if we don't, we might lose some of our goals. Someone said the good thing we do today might be forgotten tomorrow, but do good anyway.

June 16, 2009

-rf-

Sabtu, 06 Juni 2009

AT MY EDGE

Sometimes we do feel a ‘lil bit crazy and ashame to admit it. But it is oke, I call it human nature. It is our nature to try our best for not looking miserable and abnormal. We want people think that we’re oke, there’s nothing wrong with our brain, our life is perfectly fine, etc etc etc. I’ve been through this circumstances several times and eventually arrived at a stage when my mind and heart collide then an insight came up to the surface: “Denying give me nothing but suffering”. Hmmmmm…..pretty knocked me down :P

Yesterday I had my Support Group meeting with mamiBet, mba Dian (my Makassar sista whose thought and life amazed me almost all the time), and Lucy. We had a very tough discussion but it managed to make all of us felt grateful at the end of the meeting. I love my part when my beloved sista –mba Dian- said: “Mom, it’s my turn to do this!” then she took AC remote control and a pack of candy, put them in front of me. She looked me in the eye and with steady voice she said: “Sis, these are your problems so what you’re gonna do about them???”. Kinda shocked and I was shut by her question. I took a very deep breath before answer her question. I could feel mamiBet’s eyes were heading to me directly. She’s definitely waiting for my response.

From the meeting I had yesterday I learned few things. One of the lesson was if you ever feel stress have a talk or meet with someone who understands the way the human mind reacts to stress, loss, and difficulty can make us feel less alone and more supported. And I did! Fiuuuuuuh… it’s not easy to do but worthy enough to try. Beside that come to the One whose Mighty Power always protects us all the time is the main way to calming our fragile heart. Alaa bidzikrillahi tatmainnul qulub…by remembering HIM will calm our hearts.

Another way is by taking time out. Take some day-off from whatever is making us feel uncomfortable. After that our right mind soon will back again. I guess I’ve been practicing this way since couple of years ago and it really works!!! Don’t forget to look into your inner self and find goodness inside of it. When you manage to find at least one or two goodness within then you can see that basically you are okay.
Thank you Allah for giving me the chance to live my life to the fullest. Please help me through all these obstacles and lead me to Your path….

Sunday morning
June 7th, 2009

Kamis, 04 Juni 2009

NYARIS SAJA AKU TERTIDUR :P


Sudah beberapa kali aku menyaksikan trailer film ini dan sepertinya cukup menarik untuk ditonton. Melihat aksi Christian Bale sepertinya sekuel film TERMINATOR ini terlihat seru dan menegangkan. Hmmm.....penasaran ingin lihat filmnya. Jadilah pada hari itu aku memutuskan untuk menontonya.

Adegan pembuka film menampilkan seorang napi yang akan menjalani hukuman mati. Napi tersebut dimintakan persetujuan untuk menyumbangkan tubuhnya demi kepentingan penelitian dan keberlangsungan ras manusia. Singkat cerita si napi -Marcus Wright- (bukan Bang Napi loch!) setuju dan disuntikkanlah cairan kimia yang membuat dia terlihat seperti mati. adegan pun berlanjut ke masa depan, tepatnya tahun 2018 -kalo gak salah ya, harap maklum karena ngantuk jadi udah agak lupa- dimana keadaan bumi hancur lebur akibat perang yang terjadi antara manusia dengan mesin -SKYNET-.

Pasukan pemberontak dipimpin John Connor (Christian Bale) berusaha untuk melawan dan menghancurkan SKYNET demi keberlangsungan hidup manusia di muka bumi ini. Dan cerita pun berlanjut dengan aksi baku hantam yang dipenuhi dengan peluru dan bom sehingga membuat pusing kepala. Bla....bla....bla....dan mataku mulai mengantuk....(-.-)

Dan seperti sudah bisa ditebak sebelumnya John Connor berhasil melumpuhkan musuh bersama umat manusia -SKYNET- dengan bantuan Marcus yang ternyata telah bertransformasi menjadi manusia setengah mesin. Ini mirip dengan sekuel film TERMINATOR sebelumnya.... intinya sudah bisa ditebak. Dan SANG JAGOAN pun MENANG!!!

John O'Connor n Marcus

Begitu film berakhir aku bersyukur....akhirnya bisa pulang juga... Tapi yang mengagetkanku adalah suara gemuruh tepuk tangan penonton ketika film usai. Well,..sepertinya sebagian besar penonton tidak sependapat dengan ku :P

I don't really care! Just wanna go home and continue my sleeping time (-.-)


Friday, June 5, 2009

-rf-

Selasa, 02 Juni 2009

KEREN ABIEEEEEEEEEZZZZ.....!!!!!!!



Sejarah selalu mampu menghadirkan 'keindahan' tersendiri bagiku. Baik dalam bentuk tertulis, gambar, cerita lisan, ataupun film. Di saat itulah -jika kita mampu menghayati- kita akan masuk ke dalam bingkai masa lalu yang menghadirkan sisi baik maupun kelam dan hal tersebut menimbulkan sensasi tersendiri yang tak tertandingi. Konyol mungkin kedengarannya tetapi itulah yang terjadi pada diriku *LEBAY mode ON*.

Seperti ketika menyaksikan sebuah film bertemakan sejarah kelam gereja di masa lalu dan dampaknya terhadap gereja di masa kini. Alkisah seorang Paus -pemimpin tertinggi gereja Katolik Roma yang merupakan wakil Tuhan di dunia- meninggal dunia. Maka sesuai dengan aturan akan diadakan sebuah rapat besar -konklaf- guna memutuskan siapa yang berhak menjadi pengganti Paus terdahulu. Pada saat konklaf dilaksanakan terjadi hal lain di luar ruang rapat yang cukup menggemparkan namun hanya diketahui oleh kalangan tertentu saja di Vatikan. Terjadi penculikan terhadap empat calon kuat pengganti Paus -preferiti- dan si penculik mengancam akan membunuh mereka di hadapan umum dan meledakkan Vatikan sebagai pembuktian sekaligus membalaskan dendam kelompok Illuminati -kelompok yang pada masa dahulu menentang berbagai ketetapan gereja yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan-.

Demi memecahkan kasus tersebut pihak kepolisian Vatikan meminta bantuan kepada seorang profesor ahli simbologi termahsyur yang berasal dari Amerika, Prof.Robert Langdon (Tom Hanks). Langdon adalah seorang ilmuwan yang tidak mempercayai akan adanya Tuhan dan selama bertahun-tahun dia meneliti tentang sejarah gereja serta simbol-simbol yang terkait di dalamnya. Berkali-kali Langdon mengajukan izin untuk diperbolehkan membaca arsip milik Vatikan guna melengkapi penelitiannya namun selalu mendapatkan penolakan dari pihak Vatikan. Dan ketika terjadi penculikan yang melibatkan kelompok Illuminati, tidak ada pilihan lain bagi Vatikan selain meminta pertolongan kepada Langdon guna memecahkan kasus serta menyelamatkan gereja dari kehancuran.

Permasalahan menjadi semakin pelik karena Langdon dikejar oleh waktu. Dia harus mampu memecahkan kasus serta menemukan perimeter -bom yang memiliki kekuatan melebihi bom atom- sebelum tengah malam. Kali ini Langdon dibantu oleh seorang ilmuwan fisika Italia yaitu Vittoria Vetra yang merupakan anak dari Leonardo Vetra -ilmuwan yang menjadi korban pembunuhan kelompok Illuminati-. Bahu-membahu bersama dengan pihak kepolisian serta pejabat Paus sementara yaitu Carmelengo (Ewan McGregor) berusaha keras menemukan lokasi rencana pembunuhan para preferiti dan lokasi bom.

Di akhir cerita di kisahkan bahwa preferiti yang terakhir berhasil diselamatkan dan pada akhirnya ditahbiskan sebagai Paus berikutnya dan Vatikan pun selamat dari ancaman ledakan bom. Ironis! Gereja diselamatkan orang seseorang yang tidak mempercayai akan adanya Tuhan.

Dengan didukung sound effect yang oke banget, film ini mampu memukau para penonton -termasuk aku-. I give 4 stars for this movie. AWESOME!!! It's a MUST seen movie ^_^



3rd of june, 2009

-rf-

Kamis, 28 Mei 2009

INSIGHT



People change and the world is changing! Itu insight yang ku dapat dari Support Group hari ini dan emang bener juga sih. Setiap saat kita akan selalu menghadapi perubahan karena tidak ada di dunia ini yang bersifat statis. Dalam menjalani peran sehari-hari ada begitu banyak perubahan meski terlihat seperti rutinitas belaka namun sesungguhnya perubahan itu terjadi. Mulai dari waktu bangun tidur saja, mesti tidak akan sama setiap harinya. Cara kita mengawali hari, bagaimana kita berinteraksi, peran yang kita jalani dalam keluarga, perkuliahan yang kita jalani, pekerjaan yang kita geluti dan masih banyak lagi hal yang tak kan habis kita sebutkan satu-persatu.

Jika selama 16 tahun belakangan ini aku berperan sebagai seorang teteh bagi adik laki-laki yang sangat aku cintai. Maka untuk beberapa tahun ke depan sepanjang sisa hidupku peran itu tidak akan ku mainkan lagi karena adikku telah tiada. Perubahan telah terjadi meski aku tidak menginginkannya. Tidak menyenangkan namun aku tak kan pernah bisa menafikannya.

Yang perlu ku ingat adalah fokus pada kehidupan yang tengah ku jalani saat ini. Masa lalu akan tetap ada dalam ingatan namun tidak untuk membelenggu diri. Masa depan memang perlu untuk direncanakan tetapi bukan untuk menjadi hambatan dalam menjalani hidup di masa sekarang. We live at present!!! Apa yang bisa kita lakukan saat ini maka lakukanlah sebaik mungkin. Berbakti kepada orang tua bukan sebagai suatu beban namun karena kita memilih untuk mengabdikan diri kepada Sang Khaliq melalui perantara orang tua. Hal ini mampu menghempaskan setiap pedih dan segenap sakit hati yang mungkin saja terjadi dalam interaksi dengan orang lain termasuk orang tua sendiri.

Di saat diri merasakan suatu ketidaknyamanan maka hal yang perlu kita lakukan pertama kali adalah ‘melihat’ ke dalam diri apa yang sebetulnya kita rasakan saat ini. Dengan begitu akan membantu kita mengetahui alasan dari tindakan yang kita ambil dan mengapa hal tersebut terjadi pada diri kita. Menyalahkan orang lain tidak akan banyak membantu, malahan akan lebih membuat diri menderita lebih parah. Self-awareness, itu yang harus kita tingkatkan. Karena sering kali kita bisa peka terhadap orang lain namun kita tidak peka pada diri sendiri.

Allah swt telah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk. Tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan segenap potensi diri yang telah diberi. Lakukan yang terbaik dalam hidup sebagaimana kita menginginkan yang terbaik untuk hidup.

27 Mei 2009

-rf-

Rabu, 27 Mei 2009

MEMICU ADRENALIN

Kemarin merupakan hari yang seharusnya terasa sangat melelahkan buatku. Sejak pagi berada di jalanan tanpa sempat sarapan terlebih dahulu seharusnya membuat maag-ku kambuh dan berujung pada ketidakberdayaan. Namun semua itu tidak terjadi. Aku bisa menjalani aktivitas dengan cukup baik tanpa terlalu banyak mengeluh. Meski jarak yang ku tempuh tidak bisa dibilang dekat tapi juga tidak terlalu jauh. Hmmmmmmm.....

Ketika mendapatkan 'ultimatum' di pagi hari aku seharusnya merasa sedih tetapi sepertinya aku sedang 'mati rasa'. Hanya duduk terdiam di kursi meja makan sementara suara yang mengarah padaku serta aliran kalimat yang panjang dengan nada mengancam terasa seperti palu yang meremukkan tulangku. Anehnya aku bisa bertahan dan hanya menampilkan ekspresi 'datar' saja. Memang ada 'luka' di hati tetapi aku tidak memfokuskan diri pada itu.

Sepanjang perjalanan aku banyak diam. Menikmati kesunyian yang ku ciptakan sendiri. Hingga tanpa sadar speedometer sudah menunjukkan angka 120 km/jam. Aku bisa merasakan detak jantung yang semakin cepat dan tanganku mulai bergetar. Sensasi ini begitu menakutkan tetapi aku belum mau mengakhirinya. Ku pacu semakin cepat hingga akhirnya bulir-bulir bening itu membuatku tersentak dan mengembalikanku pada kesadaran.

Ku pandangi sinar terang di kejauhan,..berharap itulah titik terang yang akan menerangi kelam perasaanku saat ini. Aaaaaah....itu hanya sinar lampu,..tak cukup untuk menerangi gelap pikiranku,...

Kerinduan pada sosok yang selama ini melindungiku dari rasa sakit begitu kuat menghantam. Aku rindu senyumanmu, aku rindu jabat erat tanganmu, aku rindu hangat tubuhmu setiap kau dekap erat tanganku di waktu pagi, aaaaaah...semua tak kan pernah kembali... Sepertinya kali ini aku harus menghadapi semua seorang diri. Bukan begitu de'?!


Hitam pekat
27 Mei 2009

-teteh-

Senin, 25 Mei 2009

IT HURTS TO THE BONE...

Last night was definetely not my night. I thought everything would be alright but I guessed I was wrong. Things just getting out of control. Astaghfirullahaladziim,...I could hardly breath...

This mixed-feelings tore me a part....

Just broke down and cried....

May Allah lead me through this pain...


May 26th, 2009