This morning was terribly sucks! When i was playing with my son i had to listen to those same old crap repeated over and over and over again. How i hate that! Please don't spill out your anger to me. I'm innocent! Stop put the blame on me!!!
At the same time my phone kept ringing. It was my boss whom text telling about another shit at work. What a hell of a day! Such a lousy one! How i dispise that!
Stop telling me what to do. Stop saying as if i was the bad one. No, i was not! And i refused to be one! Have some respect, will you?!
So what if i haven't done with my master degree?! That doesn't mean the end of the world. You can save your pride. No need to save mine coz i'm doing JUST FINE!!!!
I don't like the way you love me coz it's not sincere -from my point of view-. There's always terms and conditions. That's really tiring. I'm sick of that!
Sorry if that sounded hurt but that the fact. I'm done with you today!
Bekasi, Sept.30, 2011
-rf-
Kamis, 29 September 2011
Rabu, 10 Agustus 2011
SETIAP RAMADHAN PUNYA CERITA
Hari ini tepat tanggal 26 Ramadhan 1432 H. Artinya sekarang itu H-4 menuju Idul Fitri. Kalau tahun-tahun sebelumnya setiap menjelang lebaran i felt excited, well that feeling doesn't exist for me this year. All i feel is anxious. Yup! Karena permasalahan keluarga kemungkinan akan membuat hari Idul Fitri menjadi kelabu buatku. That sucks! Really sucks!!! But then again i realize i can't control everything. Perbanyak doa aja deh semoga Allah swt memberi kekuatan dan jalan keluar yang terbaik untuk semua, aaamiiiiiiiiiin.............
Memang kalau dirunut hampir setiap Ramadhan itu ada aja cobaannya. Tahun lalu aku dag-dig-dug nunggu lahiran Ekal. Tahun ini konflik besar di keluarga inti. Tahun sebelumnya ramadhan tanpa ade Rizky. Tahun sebelumnya lagi ramadhan dengan setumpuk tugas kuliah. Intinya mah tiada ramadhan tanpa cobaan....hehehehe...
Andai saja aku boleh request ke Allah, pasti deh aku request biar hidupku "lempeng" aja. Gak usah pake konflik jedar-jeder yang nguras energi dan air mata. Gak pake kehilangan orang-orang yang dekat di hati. Gak pake jatuh bangun mengikuti alur kehidupan. Tapi aku sadar, request itu gak mungkin terwujud. Memang sudah fitrahnya manusia hidup dengan dinamika yang ada. Justru kalo hidup statis aja malah gak sehat jadinya.
Betul juga kata orang bijak, harus pandai bersyukur dan menerima hidup apa adanya. Bukan selalu mencari ada apanya di hidup, yang ada malah gak akan ada puasnya. Ngeluh melulu deh jadinya. Ya Allah, maafin aku ya yang sering khilaf dan banyak berkeluh-kesah....tolong beri aku kekuatan dalam menjalani hidup....i'm nothing without YOU....
Kayuringin, 26/08/2011
-pagi2galau-
Memang kalau dirunut hampir setiap Ramadhan itu ada aja cobaannya. Tahun lalu aku dag-dig-dug nunggu lahiran Ekal. Tahun ini konflik besar di keluarga inti. Tahun sebelumnya ramadhan tanpa ade Rizky. Tahun sebelumnya lagi ramadhan dengan setumpuk tugas kuliah. Intinya mah tiada ramadhan tanpa cobaan....hehehehe...
Andai saja aku boleh request ke Allah, pasti deh aku request biar hidupku "lempeng" aja. Gak usah pake konflik jedar-jeder yang nguras energi dan air mata. Gak pake kehilangan orang-orang yang dekat di hati. Gak pake jatuh bangun mengikuti alur kehidupan. Tapi aku sadar, request itu gak mungkin terwujud. Memang sudah fitrahnya manusia hidup dengan dinamika yang ada. Justru kalo hidup statis aja malah gak sehat jadinya.
Betul juga kata orang bijak, harus pandai bersyukur dan menerima hidup apa adanya. Bukan selalu mencari ada apanya di hidup, yang ada malah gak akan ada puasnya. Ngeluh melulu deh jadinya. Ya Allah, maafin aku ya yang sering khilaf dan banyak berkeluh-kesah....tolong beri aku kekuatan dalam menjalani hidup....i'm nothing without YOU....
Kayuringin, 26/08/2011
-pagi2galau-
Senin, 18 Juli 2011
PERENCANAAN KEUANGAN
Sejak beberapa tahun belakangan ini saya gemar sekali mendengarkan talk show tentang perencanaan keuangan. Dulu saya pikir harus punya uang banyak dulu baru bisa mikirin perencanaan keuangan. Tapi ternyata gak gitu juga kok. Justru perencanaan keuangan itu dimulai dari yang jumlah kecil dulu. Pokoknya gimana caranya dengan dana seadanya harus cukup sampai akhir bulan.
Kalau dipikir-pikir kenapa juga ya saya mesti buang waktu untuk belajar hal baru yang gak sesuai sama pekerjaan dan latar belakang pendidikan saya?! Jawabannya karena hal ini "kepake" banget dalam kehidupan nyata. Apalagi sekarang pas udah jadi ibu rumah tangga. Banyak banget yang harus dipikirin dan diatur kalo gak bisa runyam.
Dengan posisi suami yang lagi merintis usaha dan saya yang baru beberapa bulan memutuskan bekerja tetap tentunya keadaan keuangan yang stabil masih jauh api dari panggang. Ada kalanya kita surplus, tapi lebih seringnnya kita defisit. Fiuuuh....kalau sudah begitu biasanya kita akan pake "jurus terakhir" -jurus yang paling kita hindari- untuk memenuhi kebutuhan susu dan diapers buah hati kami. Jurus andalan kita ya kartu kredit tapi dengan catatan harus segera dilunasi setelah gajian.
Untuk pendidikan anak, saya dan suami memutuskan untuk membuka tabungan pendidikan. Awalnya saya tertarik dengan asuransi pendidikan, tetapi karena tidak fleksibel dalam hal penarikan dana maka saya pun beralih ke tabungan pendidikan yang ada asuransi jiwa untuk pemiliki rekening. Jadi unsur proteksi-nya tetap ada.
Dalam 10 tahun ke depan, saya pasang target untuk punya kendaraan sendiri. Selama ini saya masih pinjam kendaraan sama orang tua hehehehe. Semoga saja rizki saya dilapangkan dan diberi kemudahan dalam meraih rizki yang halal dan thoyyib...aamiin...
19 Juli 2011
-rf-
Kalau dipikir-pikir kenapa juga ya saya mesti buang waktu untuk belajar hal baru yang gak sesuai sama pekerjaan dan latar belakang pendidikan saya?! Jawabannya karena hal ini "kepake" banget dalam kehidupan nyata. Apalagi sekarang pas udah jadi ibu rumah tangga. Banyak banget yang harus dipikirin dan diatur kalo gak bisa runyam.
Dengan posisi suami yang lagi merintis usaha dan saya yang baru beberapa bulan memutuskan bekerja tetap tentunya keadaan keuangan yang stabil masih jauh api dari panggang. Ada kalanya kita surplus, tapi lebih seringnnya kita defisit. Fiuuuh....kalau sudah begitu biasanya kita akan pake "jurus terakhir" -jurus yang paling kita hindari- untuk memenuhi kebutuhan susu dan diapers buah hati kami. Jurus andalan kita ya kartu kredit tapi dengan catatan harus segera dilunasi setelah gajian.
Untuk pendidikan anak, saya dan suami memutuskan untuk membuka tabungan pendidikan. Awalnya saya tertarik dengan asuransi pendidikan, tetapi karena tidak fleksibel dalam hal penarikan dana maka saya pun beralih ke tabungan pendidikan yang ada asuransi jiwa untuk pemiliki rekening. Jadi unsur proteksi-nya tetap ada.
Dalam 10 tahun ke depan, saya pasang target untuk punya kendaraan sendiri. Selama ini saya masih pinjam kendaraan sama orang tua hehehehe. Semoga saja rizki saya dilapangkan dan diberi kemudahan dalam meraih rizki yang halal dan thoyyib...aamiin...
19 Juli 2011
-rf-
Rabu, 06 Juli 2011
NO REASON TO GIVE UP!
Yesterday my boss gave me a day-off so i went to college to meet my lecturer. I also made an appointment with my firends to find out more about things at college and work. It was nice. The part when i met with friends. But my meeting with my lecturer turned out to be disaster :-(
At first we were doing just fine. He gave me feedback and i paid good attention to his explanation. Just for the record, i went to his house since i couldn't meet him in campus coz he went home earlier. It's already late, around 8 pm. I drove kilometers just to meet him. But what can i say...he blew up my mind when he said i couldn't conduct research on child psychology since my major has turned to be adult clinical psychology. I couldn't say a word. I was shocked. My mouth was open and my hands started to tremble....God...what should i do?
I have limited time to finish my thesis in less than a year. How come this annoying rule came at this moment. I think i'm gonna cry...
After i took moments to think i finally got an insight. I've got so many things to be grateful so i barely found reason to give up. Let's get this done! Start to move and don't look back!
Bismillah...
Grogol, July 7th 2011
-rf-
At first we were doing just fine. He gave me feedback and i paid good attention to his explanation. Just for the record, i went to his house since i couldn't meet him in campus coz he went home earlier. It's already late, around 8 pm. I drove kilometers just to meet him. But what can i say...he blew up my mind when he said i couldn't conduct research on child psychology since my major has turned to be adult clinical psychology. I couldn't say a word. I was shocked. My mouth was open and my hands started to tremble....God...what should i do?
I have limited time to finish my thesis in less than a year. How come this annoying rule came at this moment. I think i'm gonna cry...
After i took moments to think i finally got an insight. I've got so many things to be grateful so i barely found reason to give up. Let's get this done! Start to move and don't look back!
Bismillah...
Grogol, July 7th 2011
-rf-
Senin, 27 Juni 2011
MAKE IT SIMPLE!
For the last few days i've turned out to be complainer. I didn't know it at first, i just felt a bit touchy and full of resentment. Then my best friend gave me this insight: that i've been nagging almost all the time. She said i've been keeping my anger inside instead of let it out. It's definitely not health and destructive at the same time. Gosh...did i really do that?!
It took hours until i finally had the guts to admit it. Yes, i was a lousy complainer. Depressed with things i couldn't control. I ain't super woman and will never be one.
So why should i bother to be one?! Silly me!
After a while i finally managed to recognized some issues in my life, some of them are: financial insecurity, acceptance and religion. If one of those showed up then my mood would crash within seconds. Sometimes it happened beyond conscious.
Thank God i have a son whom always cheer up my day. Alhamdulillah....
Bekasi, June 28th 2011
-rf-
It took hours until i finally had the guts to admit it. Yes, i was a lousy complainer. Depressed with things i couldn't control. I ain't super woman and will never be one.
So why should i bother to be one?! Silly me!
After a while i finally managed to recognized some issues in my life, some of them are: financial insecurity, acceptance and religion. If one of those showed up then my mood would crash within seconds. Sometimes it happened beyond conscious.
Thank God i have a son whom always cheer up my day. Alhamdulillah....
Bekasi, June 28th 2011
-rf-
Selasa, 07 Juni 2011
SUSAHNYA NGAKU SALAH
Di dunia ini gak ada manusia yang suci yang luput dari kesalahan. Sunnatullah kalo manusia itu tempatnya khilaf dan salah. Bahkan rasulullah sekalipun pernah berbuat salah. Kesempurnaan hanyalah milik Allah, Tuhan semesta alam. Maka hendaklah kita tidak berperilaku sombong dan merasa diri hebat serta terlindung dari dosa dan salah.
Saya pribadi mengakui bahwa selama 26 tahun saya hidup entah sudah berapa ratus kali saya berbuat salah. Awalnya saya tidak mau mengakui hal tersebut tetapi lama kelamaan saya mulai menyadari kekeliruan dan belajar menerima kesalahan serta ketidaksempurnaan diri. Di saat seperti itu maka cobaan terberat adalah ketika orang lain tidak melakukan hal yang sama. Orang lain kebanyakan hanya menuntut dan menyangkal kesalahan serta parahnya lagi menolak dipersalahkan meski salah. Hmmmm....sangat tidak adil bukan?!
Membahas ketidakadilan yang terjadi di muka bumi itu gak ada habisnya. Malah akan sangat menguras energi jadinya. So i decided to nurture myself. Ketika ada yang mengkritisi maka saya akan introspeksi diri, jika ternyata memang saya salah maka saya akan memperbaiki diri. Tetapi jika ternyata kesalahan bukan pada saya maka saya akan cuek sama si kritikus hehehehehe
Ada hal-hal yang sensitif buat saya untuk dikritik orang. Saya tidak suka dan tidak nyaman jika orang mengkritisi kehidupan rumah tangga saya, pola asuh saya dan suami, cara saya mengatur keuangan, serta tentang studi. No wonder kalo saya cenderung cuek dan terlihat tak acuh jika membahas salah satu masalah ini. Menurut saya, ya sudahlah....biarkan saya menjalani hidup dengan cara saya dan saya pasti akan bertanggungjawab terhadap segala konsekuensi yang menyertai.
Kantor Berisik!
8 Juni 2011
-rf-
Saya pribadi mengakui bahwa selama 26 tahun saya hidup entah sudah berapa ratus kali saya berbuat salah. Awalnya saya tidak mau mengakui hal tersebut tetapi lama kelamaan saya mulai menyadari kekeliruan dan belajar menerima kesalahan serta ketidaksempurnaan diri. Di saat seperti itu maka cobaan terberat adalah ketika orang lain tidak melakukan hal yang sama. Orang lain kebanyakan hanya menuntut dan menyangkal kesalahan serta parahnya lagi menolak dipersalahkan meski salah. Hmmmm....sangat tidak adil bukan?!
Membahas ketidakadilan yang terjadi di muka bumi itu gak ada habisnya. Malah akan sangat menguras energi jadinya. So i decided to nurture myself. Ketika ada yang mengkritisi maka saya akan introspeksi diri, jika ternyata memang saya salah maka saya akan memperbaiki diri. Tetapi jika ternyata kesalahan bukan pada saya maka saya akan cuek sama si kritikus hehehehehe
Ada hal-hal yang sensitif buat saya untuk dikritik orang. Saya tidak suka dan tidak nyaman jika orang mengkritisi kehidupan rumah tangga saya, pola asuh saya dan suami, cara saya mengatur keuangan, serta tentang studi. No wonder kalo saya cenderung cuek dan terlihat tak acuh jika membahas salah satu masalah ini. Menurut saya, ya sudahlah....biarkan saya menjalani hidup dengan cara saya dan saya pasti akan bertanggungjawab terhadap segala konsekuensi yang menyertai.
Kantor Berisik!
8 Juni 2011
-rf-
Rabu, 01 Juni 2011
BUKAN STANDAR SAYA
"Waaaah...lo jarang nyuci ya?!"
"Aduuuh...suami yang sayang istri ya, nyuci sendiri"
"Masak apa aja sehari-hari?"
"Bla...bla...bla......................"
Setiap kali ada yang membahas perkara pekerjaan rumah tangga, saya merasa terganggu. Akhirnya suka uring-uringan gak jelas dan cemberut ke suami. Intinya selama masih ada topik lain di dunia, maka saya akan menghindari topik pekerjaan rumah tangga. Males aja karena emang saya gak banyak mengerjakan itu.
Sehari-hari saya bekerja. Pergi pagi, pulang malam jadi hampir gak sempat ngerjain urusan rumah tangga secara rutin seperti cuci baju, masak, dll. Soal cucian biasanya baru sempat nyuci pas wiken -itupun kalo gak capek dan tangan lagi gak kambuh. Kalo masakan ya lebih sering beli karena kalo udah di rumah bawaannya capek, pengen istirahat. Kalo masih harus masak lagi malah bikin bete dan gak kepengen makan.
Saya akan menjadi sangat bersemangat jika diajak ngobrol tentang buku atau tentang pekerjaan, ketimbang urusan rumah tangga. Mending gosip sekalian deh daripada ngebahas cucian ato menu masakan. Terserah orang mo ngomong apa, memang beginilah saya adanya.
Setelah dipikir-pikir, memang saya memiliki "standar" sendiri terkait kehidupan rumah tangga. Saya berpendapat bahwa istri gak melulu harus berkutat di dapur kok. Ada banyak hal lain yang bisa saya lakukan untuk menyenangkan hati suami ketimbang sekedar berkutat dengan urusan dapur. Bukannya saya gak mo masak buat suami, saya masak kok jika memang waktu memungkinkan. Kalo enggak ya kenapa juga harus dipaksakan malah hasilnya gak maksimal.
Adapun perasaan terganggu saya ketika ada yang menyinggung perkara itu, karena jauh di lubuk hati saya punya "standar" seperti itu. Karena saya dibesarkan oleh seorang ibu rumah tangga sejati yang tidak bekerja di luar rumah. Gak heran kalo akhirnya di saat sensi saya gak nyaman menanggapi orang yang mengkritisi saya terkait pekerjaan rumah tangga. -Rempong deh orang kayak gitu!-
Jadi untuk orang-orang yang suka ngebahas perkara rumah tangga gak usah protes ya kalo omongannya saya cuekin. Kalo saya gak menunjukkan minat untuk mendengarkan apalagi menjawab. Kalo mo ngobrol ama saya pilih topik yang ada kaitannya sama pekerjaan saya ato gak makanan favorit saya lah :D
Sekian dan terima kasih!
Kantor, 1 Juni 2011
-edisi "sampah"-
rf
"Aduuuh...suami yang sayang istri ya, nyuci sendiri"
"Masak apa aja sehari-hari?"
"Bla...bla...bla......................"
Setiap kali ada yang membahas perkara pekerjaan rumah tangga, saya merasa terganggu. Akhirnya suka uring-uringan gak jelas dan cemberut ke suami. Intinya selama masih ada topik lain di dunia, maka saya akan menghindari topik pekerjaan rumah tangga. Males aja karena emang saya gak banyak mengerjakan itu.
Sehari-hari saya bekerja. Pergi pagi, pulang malam jadi hampir gak sempat ngerjain urusan rumah tangga secara rutin seperti cuci baju, masak, dll. Soal cucian biasanya baru sempat nyuci pas wiken -itupun kalo gak capek dan tangan lagi gak kambuh. Kalo masakan ya lebih sering beli karena kalo udah di rumah bawaannya capek, pengen istirahat. Kalo masih harus masak lagi malah bikin bete dan gak kepengen makan.
Saya akan menjadi sangat bersemangat jika diajak ngobrol tentang buku atau tentang pekerjaan, ketimbang urusan rumah tangga. Mending gosip sekalian deh daripada ngebahas cucian ato menu masakan. Terserah orang mo ngomong apa, memang beginilah saya adanya.
Setelah dipikir-pikir, memang saya memiliki "standar" sendiri terkait kehidupan rumah tangga. Saya berpendapat bahwa istri gak melulu harus berkutat di dapur kok. Ada banyak hal lain yang bisa saya lakukan untuk menyenangkan hati suami ketimbang sekedar berkutat dengan urusan dapur. Bukannya saya gak mo masak buat suami, saya masak kok jika memang waktu memungkinkan. Kalo enggak ya kenapa juga harus dipaksakan malah hasilnya gak maksimal.
Adapun perasaan terganggu saya ketika ada yang menyinggung perkara itu, karena jauh di lubuk hati saya punya "standar" seperti itu. Karena saya dibesarkan oleh seorang ibu rumah tangga sejati yang tidak bekerja di luar rumah. Gak heran kalo akhirnya di saat sensi saya gak nyaman menanggapi orang yang mengkritisi saya terkait pekerjaan rumah tangga. -Rempong deh orang kayak gitu!-
Jadi untuk orang-orang yang suka ngebahas perkara rumah tangga gak usah protes ya kalo omongannya saya cuekin. Kalo saya gak menunjukkan minat untuk mendengarkan apalagi menjawab. Kalo mo ngobrol ama saya pilih topik yang ada kaitannya sama pekerjaan saya ato gak makanan favorit saya lah :D
Sekian dan terima kasih!
Kantor, 1 Juni 2011
-edisi "sampah"-
rf
Langganan:
Postingan (Atom)