Sering kali saya dihadapkan pada suatu pilihan dalam hidup. Entah itu pilihan dalam pekerjaan, pertemanan, bahkan percintaan *halah*. Kadang pilihan itu gak cuma dua, tetapi tiga bahkan empat. Saya merasakan terkadang saya mengalami kesulitan untuk menentukan pilihan. Utamanya yang berkaitan dengan sikap asertif. Tegas tanpa "menyerang" orang lain.
Saya baru saja menyadari bahwa kesulitan itu menghampiri ketika saya harus bersikap asertif terhadap keluarga atau orang-orang yang sudah saya anggap seperti keluarga. Sepertinya saya melekatkan emosi saya terlalu kuat kepada mereka sehingga hal tersebut menghambat saya untuk bersikap asertif. Kalau kata teman-teman SG saya harus banyak berlatih "detach" dari orang-orang tertentu.
Sebetulnya gak terlalu sulit juga untuk melatih sikap asertif, misalnya dengan mempraktekkan "I" Language. Hmmm...biasanya yang akan muncul di kepala saya ketika hendak mempraktekkan hal ini adalah:"it sounds selfish and it's not good to act selfishly" hufff....that's wrong. Gak selfish kalo gitu mah neng....you just stand for your right and it's oke!
Baiklah...ini sebuah tugas lagi yang harus saya kerjakan. Bismillah aja insyAllah semua akan ada jalannya :-)
Talenta, 26 Peb. 2011
In the middle of one hectic weekend
-rf-
Jumat, 25 Februari 2011
Rabu, 23 Februari 2011
SELAMAT PAGI GROGOL! ^__^V
SELAMAT PAGIIIIIIIIIIIIIIIII....!!!
Kalimat sapaan sederhana itu menggema di otak saya ketika memasuki pintu instalasi anak di rumah sakit pemerintah yang terletak di daerah Jakarta Barat ini. Ruangan masih sangat sepi karena memang masih terlalu pagi. Waktu baru menunjukkan pukul 6 lewat beberapa menit ketika saya menginjakkan kaki di tempat ini. Hanya ada seorang cleaning service yang tengah mengepel lantai dan tidak ada orang lain lagi selain saya dan dokter. Dalam hati saya bergumam: "Oke juga nih dokter, bawahan belum pada dateng tapi dia udah nongol duluan. Nanti juga kalau Allah izinkan saya jadi pimpinan maka saya akan mempraktekkan hal yang sama. Memberi contoh yang baik dengan datang lebih dulu daripada anak buah."
Saya bergegas menuju ke ruang paling ujung -ruang kepala instalasi ruangannya si dokter- dengan membawa setumpuk jurnal di pelukan. Uhuuuy...!!! pagi-pagi udah maen peluk aje, mpok! :p .Saya tengok ke samping, si dokter juga melakukan hal yang sama dengan saya -memeluk setumpuk kertas- malah banyakan kertas di pelukan dokter hehehe...maap ya dok agak sedikit songong abis berat kalo bawa banyak-banyak :D *perilaku yang ini tidak untuk ditiru ya*
Sambil menikmati kopi, saya mulai menyortir tumpukan jurnal sementara dokter mulai mengutak-atik komputer sambil ngelancarin ngomong in English katanya mah. Awalnya memang tumpukan kertas itu beneran jurnal-jurnal kedokteran. Tapi makin ke bawah malah makin gak karuan isinya. Ada kertas avasin, ada materi liqo si dokter, ada tugas-tugas mahasiswa bimbingan dokter, ada makalah guru magang, bahkan ada slip transfer segala. Ckckckckckck....si dokter cuma ketawa-ketiwi aja ngeliatnya. Saya juga cuek aja ngomongnya karena merasa sudah dekat dengan dokter. Waktu saya lagi asyik nyortir kertas tiba-tiba si dokter teriak-teriak kegirangan campur bingung. Rupanya beliau baru dapet email balasan dari salah satu profesor dari Swedia yang bersedia menjadi pembimbingnya untuk meraih gelar Ph.D. Dessssssssh....hebat bener dah, saya jadi mupeng *droll*
Setelah ketawa-ketiwi si dokter pun bilang ke saya: "Wah bu, kalo gitu mulai sekarang I have to practice my English with you. Everyday speaking with miss Rika." Saya pun senyum aja dan menjawab: "I feel honoured to do that."
"Oke bu, kalo gitu mungkin saya harus mulai sering nonton film barat ya?!" mendengar ucapan si dokter saya pun cuma bisa senyum simpul aja. Emang psikiater yang satu ini suka "ajaib" hehehehe sok lah dok, mangga wae. Ntar kalo mo nonton ajak saya ya :p *Ngarep!*
Benar-benar pagi yang unik. Membuat saya semakin semangat dan hendak menyapa semua yang ada di sini: "SELAMAT PAGI GROGOL!!!" ^__^v
Ruang Pojok, 24 Peb. 2011 (8:14 wib)
-rf-
Kalimat sapaan sederhana itu menggema di otak saya ketika memasuki pintu instalasi anak di rumah sakit pemerintah yang terletak di daerah Jakarta Barat ini. Ruangan masih sangat sepi karena memang masih terlalu pagi. Waktu baru menunjukkan pukul 6 lewat beberapa menit ketika saya menginjakkan kaki di tempat ini. Hanya ada seorang cleaning service yang tengah mengepel lantai dan tidak ada orang lain lagi selain saya dan dokter. Dalam hati saya bergumam: "Oke juga nih dokter, bawahan belum pada dateng tapi dia udah nongol duluan. Nanti juga kalau Allah izinkan saya jadi pimpinan maka saya akan mempraktekkan hal yang sama. Memberi contoh yang baik dengan datang lebih dulu daripada anak buah."
Saya bergegas menuju ke ruang paling ujung -ruang kepala instalasi ruangannya si dokter- dengan membawa setumpuk jurnal di pelukan. Uhuuuy...!!! pagi-pagi udah maen peluk aje, mpok! :p .Saya tengok ke samping, si dokter juga melakukan hal yang sama dengan saya -memeluk setumpuk kertas- malah banyakan kertas di pelukan dokter hehehe...maap ya dok agak sedikit songong abis berat kalo bawa banyak-banyak :D *perilaku yang ini tidak untuk ditiru ya*
Sambil menikmati kopi, saya mulai menyortir tumpukan jurnal sementara dokter mulai mengutak-atik komputer sambil ngelancarin ngomong in English katanya mah. Awalnya memang tumpukan kertas itu beneran jurnal-jurnal kedokteran. Tapi makin ke bawah malah makin gak karuan isinya. Ada kertas avasin, ada materi liqo si dokter, ada tugas-tugas mahasiswa bimbingan dokter, ada makalah guru magang, bahkan ada slip transfer segala. Ckckckckckck....si dokter cuma ketawa-ketiwi aja ngeliatnya. Saya juga cuek aja ngomongnya karena merasa sudah dekat dengan dokter. Waktu saya lagi asyik nyortir kertas tiba-tiba si dokter teriak-teriak kegirangan campur bingung. Rupanya beliau baru dapet email balasan dari salah satu profesor dari Swedia yang bersedia menjadi pembimbingnya untuk meraih gelar Ph.D. Dessssssssh....hebat bener dah, saya jadi mupeng *droll*
Setelah ketawa-ketiwi si dokter pun bilang ke saya: "Wah bu, kalo gitu mulai sekarang I have to practice my English with you. Everyday speaking with miss Rika." Saya pun senyum aja dan menjawab: "I feel honoured to do that."
"Oke bu, kalo gitu mungkin saya harus mulai sering nonton film barat ya?!" mendengar ucapan si dokter saya pun cuma bisa senyum simpul aja. Emang psikiater yang satu ini suka "ajaib" hehehehe sok lah dok, mangga wae. Ntar kalo mo nonton ajak saya ya :p *Ngarep!*
Benar-benar pagi yang unik. Membuat saya semakin semangat dan hendak menyapa semua yang ada di sini: "SELAMAT PAGI GROGOL!!!" ^__^v
Ruang Pojok, 24 Peb. 2011 (8:14 wib)
-rf-
Selasa, 22 Februari 2011
PENTINGNYA SEBUAH JEDA
Beberapa hari yang lalu saya harus menghadapi suatu kejadian yang sangat tidak mengenakkan dan membuat saya menangis. Pikiran saya begitu kalut, hati saya terluka dan air mata pun akhirnya tumpah juga. Cengeng ya?! Ya begitulah adanya saya. Jika harus berhadapan dengan suatu masalah maka saya bisa pundung seketika. Tapi tampak luar saya akan terlihat biasa-biasa saja. Hanya orang-orang tertentu yang bisa "membaca" gelagat ini.
Saking mumetnya saya sampai merasa perlu untuk menghubungi beberapa orang guna dimintai pendapat. Hasilnya malah membuat saya semakin bingung dan galau. Hufff...berkali-kali saya menghela nafas dan setiap helaan nafas terasa semakin berat...Saya benar-benar bingung tidak tahu harus berbuat apa.
Di tengah bingung dan galau maka saya memutuskan untuk jeda sejenak. Saya teringat akan sebuah artikel yang pernah saya baca mengenai pentingnya jeda sejenak dari segala rutinitas keseharian yang kita jalani. Di saat jeda itulah saya dapat berpikir dengan lebih tenang dan mencerna setiap kejadian yang telah berlalu secara lebih obyektif. Tidak lupa saya juga meminta pendapat orang yang memiliki pemahaman agama yang lebih dari saya agar saya tidak salah jalan.
....................
.......................
..........................
............................
...............................
..................................
Alhamdulillah, setelah melewati jeda sejenak saya dapat menemukan hikmah dari kejadian itu dan bersyukur bahwa saya tidak menuruti emosi. Berpikir tenang dalam diam membantu saya menjalani hidup lebih tenang. Terlepas dari peliknya permasalahan hidup yang ada, ya saya terima saja sebagai resiko hidup. Kalo gak mo susah ya gak usah hidup! Bukan begitu?!
Have a wonderful life :-)
Ruang Avasin, 23/2/2011
-rf-
Saking mumetnya saya sampai merasa perlu untuk menghubungi beberapa orang guna dimintai pendapat. Hasilnya malah membuat saya semakin bingung dan galau. Hufff...berkali-kali saya menghela nafas dan setiap helaan nafas terasa semakin berat...Saya benar-benar bingung tidak tahu harus berbuat apa.
Di tengah bingung dan galau maka saya memutuskan untuk jeda sejenak. Saya teringat akan sebuah artikel yang pernah saya baca mengenai pentingnya jeda sejenak dari segala rutinitas keseharian yang kita jalani. Di saat jeda itulah saya dapat berpikir dengan lebih tenang dan mencerna setiap kejadian yang telah berlalu secara lebih obyektif. Tidak lupa saya juga meminta pendapat orang yang memiliki pemahaman agama yang lebih dari saya agar saya tidak salah jalan.
....................
.......................
..........................
............................
...............................
..................................
Alhamdulillah, setelah melewati jeda sejenak saya dapat menemukan hikmah dari kejadian itu dan bersyukur bahwa saya tidak menuruti emosi. Berpikir tenang dalam diam membantu saya menjalani hidup lebih tenang. Terlepas dari peliknya permasalahan hidup yang ada, ya saya terima saja sebagai resiko hidup. Kalo gak mo susah ya gak usah hidup! Bukan begitu?!
Have a wonderful life :-)
Ruang Avasin, 23/2/2011
-rf-
Rabu, 16 Februari 2011
STEREOTIPE TENTANG WARNA
Sudah menjadi hal yang lumrah berlaku di masyarakat kaum Adam identik dengan warna biru, sedangkan kaum Hawa identik dengan warna pink. Entah sejak kapan hal ini mulai berlaku, yang pasti hal ini sudah berlangsung sejak zaman kuda gigit besi sampai kuda gigit roti. Dari dulu saya kecil pun sampe sekarang sudah jadi ibu, stereotipe itu masih berlaku. Pokonya cowo = biru, kalo cewe = pink.
Nah sekarang perkara stereotipe warna ini jadi pembahasan juga dengan orang tua dan suamiku. Jadi gini ceritanya, tadi pagi pangeran kecilku pake baju warna putih-pink. Trus mama bilang kalau daddy agak protes dengan pemilihan warna tersebut. Sementara kalo saya sendiri santai aja. Mau pakai warna apa pun menurut saya, anak saya tetap ganteng. Eits...ini menurut saya loch...jadi kalo gak sependapat gak dilarang juga kok :D
Pas saya cerita ke suami ternyata di luar dugaan dia malah jawab sambil ketawa usil: "gak dipakein pita sekalian?!"
Trus saya jawab dengan entengnya: "oh kalo yang pake pita nanti adiknya Haekal" :p
PeDe bener dah...anak pertama aja belum ada setahun eh udah belagak ngomongin anak ke-2 hehehehe...namanya juga rencana...boleh donk?!


Oke, balik ke topik utama tentang warna. Intinya, buat saya warna apa pun yang dikenakan oleh anak itu saya gak masalah. Karena menurut saya tidak ada pengkhususan atau pun kategorisasi warna berdasarkan gender. Gak banget deh!
So, pick the colour as you wish son ^_^
Talenta, 16 Pebruari 2011
-rf-
Nah sekarang perkara stereotipe warna ini jadi pembahasan juga dengan orang tua dan suamiku. Jadi gini ceritanya, tadi pagi pangeran kecilku pake baju warna putih-pink. Trus mama bilang kalau daddy agak protes dengan pemilihan warna tersebut. Sementara kalo saya sendiri santai aja. Mau pakai warna apa pun menurut saya, anak saya tetap ganteng. Eits...ini menurut saya loch...jadi kalo gak sependapat gak dilarang juga kok :D
Pas saya cerita ke suami ternyata di luar dugaan dia malah jawab sambil ketawa usil: "gak dipakein pita sekalian?!"
Trus saya jawab dengan entengnya: "oh kalo yang pake pita nanti adiknya Haekal" :p
PeDe bener dah...anak pertama aja belum ada setahun eh udah belagak ngomongin anak ke-2 hehehehe...namanya juga rencana...boleh donk?!


Oke, balik ke topik utama tentang warna. Intinya, buat saya warna apa pun yang dikenakan oleh anak itu saya gak masalah. Karena menurut saya tidak ada pengkhususan atau pun kategorisasi warna berdasarkan gender. Gak banget deh!
So, pick the colour as you wish son ^_^
Talenta, 16 Pebruari 2011
-rf-
Senin, 14 Februari 2011
LET'S GET THINGS DONE
Minggu, 13 Februari 2011
HUJAN OH HUJAN...
Sejak Shubuh rintik hujan mulai membasahi bumi. Udara dingin terasa menusuk kulit ketika aku memacu motor menuju ke rumah mama guna menjalani rutinitas pagi. Rasa kangen yang luar biasa terhadap Haekal kian membuncah hingga tak ku hiraukan tetesan hujan dan dinginnya angin yang berhembus menerpa wajahku di pagi tadi. Hanya satu yang ada di kepalaku: aku harus bertemu Haekal.
Sekedar informasi, Haekal putra pertamaku untuk sementara tinggal dengan mama karena alasan tertentu. Jadi setiap hari aku datang pada pagi hari sebelum berangkat bekerja dan malam sepulang bekerja. Kalau ditanya apa aku gak kangen? ya jelas jawabanku adalah KANGEN BANGET. Tapi inilah konsekuensi dari ibu bekerja. Harus pandai membagi waktu dan memanfaatkan setiap momen yang ada untuk mengubahnya menjadi lebih berkualitas. Khususnya ketika aku tengah bercengkerama dengan Haekal.

Gini neh gayanya Haekal di pagi hari :D
Setelah mempersiapkan segala hal yang akan dibawa untuk bekerja, tibalah waktunya berpamitan sama Haekal. This part never felt easy for me :-( Aku gendong lalu ku peluk dengan erat. Melihat tawanya sangat sangat sangat berarti bagiku. Sungguh aku sangat mencintai buah hatiku ini,,,,
Anyway, the rain was getting heavier and caused traffic jam on highway. Seperti biasalah namanya macet tuh udah jadi langganan ibu kota. Jadi dinikmatin aja lah dengan cara ngobrol ngalor-ngidul plus setel radio andalan yang muterin lagu-lagu terbaru. Mantab! Cuma kurang kopi doang neh :p
Sampai di tujuan -Sekolah Alam Bintaro- ternyata malah ngantuk. Selesai psikotes, aku langsung menyalakan laptop guna mengerjakan laporan. Tapi aku menyempatkan diri untuk ngeBlog dulu sambil menikmati pemandangan di luar jendela. Seperti ini:

Cuaca begini kok aku malah jadi makin kangen Haekal ya....gak sabar rasanya ingin lihat Haekal sekolah ^_^
Bintaro, 14/02/2011
-rf-
Sekedar informasi, Haekal putra pertamaku untuk sementara tinggal dengan mama karena alasan tertentu. Jadi setiap hari aku datang pada pagi hari sebelum berangkat bekerja dan malam sepulang bekerja. Kalau ditanya apa aku gak kangen? ya jelas jawabanku adalah KANGEN BANGET. Tapi inilah konsekuensi dari ibu bekerja. Harus pandai membagi waktu dan memanfaatkan setiap momen yang ada untuk mengubahnya menjadi lebih berkualitas. Khususnya ketika aku tengah bercengkerama dengan Haekal.

Gini neh gayanya Haekal di pagi hari :D
Setelah mempersiapkan segala hal yang akan dibawa untuk bekerja, tibalah waktunya berpamitan sama Haekal. This part never felt easy for me :-( Aku gendong lalu ku peluk dengan erat. Melihat tawanya sangat sangat sangat berarti bagiku. Sungguh aku sangat mencintai buah hatiku ini,,,,
Anyway, the rain was getting heavier and caused traffic jam on highway. Seperti biasalah namanya macet tuh udah jadi langganan ibu kota. Jadi dinikmatin aja lah dengan cara ngobrol ngalor-ngidul plus setel radio andalan yang muterin lagu-lagu terbaru. Mantab! Cuma kurang kopi doang neh :p
Sampai di tujuan -Sekolah Alam Bintaro- ternyata malah ngantuk. Selesai psikotes, aku langsung menyalakan laptop guna mengerjakan laporan. Tapi aku menyempatkan diri untuk ngeBlog dulu sambil menikmati pemandangan di luar jendela. Seperti ini:

Cuaca begini kok aku malah jadi makin kangen Haekal ya....gak sabar rasanya ingin lihat Haekal sekolah ^_^
Bintaro, 14/02/2011
-rf-
Jumat, 11 Februari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)





