Sabtu, 17 Januari 2009

Akhirnya sampai juga.....


"SMAN 1 JAMBE" itu yang tertulis di map yang ku terima malam itu sepulang tugas di hari pertama. Nama yang asing dan terdengar lucu di telingaku. Sempat bertanya-tanya juga dalam hati dimanakah gerangan lokasi tersebut tapi ku pending saja lah pertanyaan itu karena aku ingin cepat-cepat naik ke lantai 2 ke kamar ku agar bisa beristirahat setelah sejak pukul 4 pagi aku berjibaku dengan tugas hari ini.

Sayup-sayup ku dengar ibu koordinator mengumumkan: "Besok jam 5 pagi sudah siap semua ya di bawah!!!" nada perintah itu cukup jelas terdengar di telingaku tapi aku tidak mau ambil pusing. Yang penting sekarang tubuhku butuh istirahat. Toh alarm sudah ku set agar berbunyi tepat pukul 4 jadi aku tidak terlalu khawatir kesiangan.

Alhamdulillah tepat pukul 5 aku sudah siap di bawah dengan sekotak kardus berukuran sedang yang berisi 80 buku tes, sekotak pensil berjumlah 144 batang, serta 2 map besar berisi Juklak serta Berita Acara. Aku berdiri di pinggir jalan menanti petugas dari sekolah yang katanya akan menjemputku. Pada saat itu hujan turun dengan derasnya. Rokku mulai basah terkena air hujan :-(

Tunggu punya tunggu hingga pukul 6 lewat petugas sekolah belum ada yang menjemputku. Akhirnya aku pun diikutsertakan dengan rombongan yang menuju ke SMAN 1 Balaraja. Ku pikir di sana sudah ada orang yang akan menjemputku. Hatiku tenang karena tes kemungkinan dapat berjalan sesuai dengan jadwal :-)

Ternyata dugaanku meleset. Sampai di sana ternyata aku digabungkan dengan beberapa teman yang bertugas di daerah Tigaraksa. Itu berarti masih 25 menit lagi perjalanan yang harus ku tempuh. Wekz....tanganku mulai lelah menahan beban bawaan....

Sampai di Tigaraksa barulah ada petugas sekolah yang menjemputku. Lalu setelah berkenalan aku pun bertanya padanya: "Pak, jarak dari sini ke sekolah berapa jauh?"
Lalu si bapak menjawab dengan senyum simpul sambil memakai helm: "Ya lumayan bu, sekitar 10 km dari sini."

What??!! 10 km!!! rasanya nyaris teriak aku mendengarnya. 10 km naik motor sambil mangku kardus berisi 80 buku tes dan 144 batang pensil serta mengapit 2 map besar berisi JukLak. Dengan posisi duduk miring pula!!! Waduh!!! Alamat 'mati rasa' kaki ku nih. Belum lagi saat itu hujan belum juga mau reda. Makin lengkaplah penderitaanku saat itu.

Benar saja sepanjang jalan perlahan tapi pasti aku mulai kehilangan 'rasa' akan kedua kakiku. Belum lagi tangan kiriku sibuk menahan kardus sementara tangan kanan berpegangan pada sisi motor. Hujan menerpaku dengan derasnya seolah tak memberi ampun. Aku hanya bisa pasrah dan berharap perjalanan ini segera berakhir.

Akhirnya.....setelah 20 menit perjalanan sampailah aku di lokasi. Sekolah bertingkat 2 dengan hamparan sawah di kanan dan kirinya. Fiuuh....benar-benar perjalanan panjang...!!! But i really enjoyed it very well :-)

Benar-benar 'petualangan' penuh perjuangan hehehehehehehehe.......

-rf-

Pendidikan itu 'mahal' harganya!


Dua hari yang lalu aku berkesempatan untuk berkunjung ke beberapa sekolah yang terletak di wilayah kabupaten Tangerang. Di benakku terlintas bentuk bangunan sekolah yang terletak di tengah-tengah perumahan atau di tepi jalan raya seperti halnya yang sering ku temui selama ini. Maka aku santai saja dan menikmati perjalanan menuju tempat tugas pada pagi itu.

Hujan turun dengan derasnya sejak malam dan jam di tanganku menunjukkan pukul 5:20 wib. Rasanya ingin sekali aku menghabiskan waktu dengan terlelap namun tugas menanti maka ku tepis segala rasa kantuk dan ku paksa mataku tetap terbuka menatap jalan yang terbentang di depanku.

Semakin jauh, jalanan semakin lengang. Tak lagi ku lihat hilir mudik kendaraan bermotor melainkan beberapa orang petani yang nampak sedang menuju sawah serta 2 anak kecil mengenakan seragam putih-merah. Aku bertanya-tanya: "Dimanakah gerangan letak sekolah yang ku tuju? Jika sejauh ini bagaimana cara siswa datang ke sekolah? Tanpa kendaraan bermotor, berapa jam yang harus mereka tempuh dengan berjalan kaki?" dan berbagai pertanyaan lain yang mulai berdesakan di kepalaku.

Saat tiba di lokasi, aku terkejut mendapati sekolah yang berada di tengah-tengah sawah. Untuk masuk ke gerbangnya aku harus berjalan melewati tanah merah yang masih basah tersiram air hujan. Walhasil, sepatu ku jeblok oleh tanah merah :P

Dan tes pun dimulai....siswanya berjumlah 38 anak. Wajah-wajah lugu itu terlihat tegang ketika melihatku. Ketika aku tersenyum barulah raut wajah mereka perlahan berubah tenang dan kerutan di dahi pun perlahan memudar. Senangnya bisa melihat senyum tulus itu.

Saat tes hendak dimulai, ada seorang anak yang ternyata tidak memiliki pensil 2b. Aku pun menanyakan kepada seisi kelas apakah ada yang membawa pensil lebih agar dapat memberi pinjaman kepada temannya sebelum tes dimulai. Dan gelengan kepala terlihat dari sebagian besar isi kelas, sisanya hanya menunduk atau terdiam melihatku. Ternyata aku baru mengetahui bahwa tidak semua anak mampu membeli pensil 2b asli karena keterbatasan ekonomi. Aaah....miris hatiku jadinya......beruntunglah anak-anak yang masih dapat memiliki peralatan sekolah yang memadai.

Ketika aku beranjak pergi meninggalkan sekolah aku hanya bisa terdiam sambil mataku menerawang menatap jalan yang sepi. Betapa 'Mahal' harga yang harus mereka bayar demi mengenyam pendidikan. Berjalan kaki di tengah terik matahari dan derasnya hujan. Belajar dengan sarana serta pra-sarana yang seadanya. Semoga saja mereka tetap bisa tersenyum meski terasa getir. Semoga saja dengan pendidikan dapat mengubah keadaan hidup mereka menjadi lebih baik lagi. Semoga Allah mengangkat derajat mereka yang gigih menuntut ilmu ke tingkat yang lebih baik lagi....amiin....

-rf-

Kamis, 15 Januari 2009

Places Where I've been

3 days ago i got the chance 2 travel -on duty i meant :p -. Not too far, still part of Java island but still it's quite far away for me. Their names made me smile such as Kronjo, Kresek, Rajeg, and so on... Definetely sounded weird 4 me :P
But...i really had good times there (n_n)
Here are some pictures that i managed 2 take during the trip. Enjoy the show ;-)

15/1/2009
-rf-

Facebook Badge

Rika Fitriyana's Facebook profile

Sabtu, 10 Januari 2009

KEKUATAN DOA

Ud’unii astajib lakum….Berdoalah kamu maka akan Aku perkenankan….
Begitu dahsyat sepenggal ayat di atas dan aku selalu terpukau oleh kekuatan yang ditimbulkan olehnya. Bagaimana tidak?! Janji ini disampaikan oleh Dzat Yang Maha Agung Penguasa Alam Semesta, Allah swt. Sebagai seorang muslim aku selalu meyakini setiap janjiNya. Dalam keadaan seburuk apapun maka doa adalah senjata pamungkas terAmpuh –setelah berusaha terlebih dahulu tentunya.
Beberapa hari yang lalu aku sempat terpuruk dalam kesedihan dan rasa sakit yang mendalam. Berhari-hari air mata ku mengalir dengan deras tanpa bisa ku bendung lagi. Semakin keras ku coba tuk menahan maka semakin keras tangis itu menggelegak menyiksa tubuh ini dengan kelelahan yang amat sangat. Terlintas di benakku berbagai penyangkalan dan membuat keadaan semakin memburuk. Hampir saja aku menyerah dan tenggelam semakin dalam. Larut dalam kepedihan relung jiwa yang terdalam.
Hingga sampailah aku di suatu titik dan aku berkata pada diri sendiri: “Cukup sampai di sini kau siksa tubuh dan batinmu dengan segala rasa sakit. Kini waktunya berserah diri kepadaNya”.
Perlahan tapi pasti aku mulai mendekatkan diri padaNya. Untaian doa mengalun dari bibirku yang hampir kelu karena lelah meratapi nasib. Segenap beban jiwa, keluh kesah, gundah gulana ku adukan kepadaNya. Tak lupa ku sampaikan pula harapan dan keinginannku terkait keadaanku saat itu. Ku tutup dengan ketetapan hati bahwa Dia Maha Mengetahui yang terbaik untukku dan aku insyaAllah akan ikhlas menerimanya.
AJAIB!!! Tubuhku mulai terasa ringan. Hatiku mulai menjadi tenang. Tubuhku seolah bertenaga kembali. Kekuatan doa sungguh tengah bekerja di dalam diriku. Subhanallah….aku tak sanggup tuk berkata-kata. Jauh di lubuk hati aku mengucapkan syukur yang tak terhingga. Pengalaman ini sungguh sulit tuk dilupakan.

Grateful Soul
January 10, 2009
(10:14 pm)

Selasa, 06 Januari 2009

Loving process needs 2 hearts and not a single one....

It's about having deep feeling for someone who has it too....

Loving is about struggling....

Loving means dealing not only with the one u love but also with urself...

Loving is about patience...the ablility 2 wait calmly without losing direction

Some people choose 2 love and some other choose 2 b loved...

No matter what the answer is....this feeling is pure and sacred as well...

Kamis, 01 Januari 2009

HARI PERTAMA DI TAHUN 2009

Tepat tengah malam tidur ku diusik oleh suara-suara bising dari luar rumah. Bunyi bising terompet dan petasan tak hentinya bersahutan membuat sakit telingaku. Huff....sebuah sms ku terima, ternyata temanku juga mengeluhkan hal yang sama. Rumah kami hanya berjarak 7 rumah saja maka dari itu dapat dipastikan temanku itu merasakan kebisingan yang sama seperti yang ku rasakan. Jujur saja setiap malam pergantian tahun baru aku selalu mengalami kebisingan yang sama :-(.
Di keluarga ku tidak pernah ada tradisi merayakan pergantian tahun seperti yang dilakukan oleh sebagian besar manusia di muka bumi ini. Tak pernah ada tradisi begadang menanti detik-detik pergantian tahun, meniup terompet, apalagi memasang petasan ataupun kembang api. Tak heran jika sampai saat ini aku tidak akrab dengan berbagai kebisingan malam tahun baru. Jadilah sepanjang malam aku bersusah payah menutup telinga agar dapat terlelap tanpa perlu mendengar suara apapun yang dapat mengganggu mimpi indahku.
Aku terbangun di pagi hari tepat pukul 4:30 wib dengan kepala yang agak sedikit pening. Selesai menunaikan sholat Shubuh aku pun kembali meneruskan tidur, menggantikan beberapa jam yang terbuang semalam. Aku harus menjaga kondisi tubuhku agar tetap fit dan dapat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
Ternyata di hari pertama di tahun 2009 ini aku tidak terlalu produktif. Rencana untuk menuntaskan laporan kasus urung ku kerjakan karena keadaan mama yang kurang sehat membuatku tidak tega tuk meninggalkan mama seorang diri di kamar. Jadilah hampir seharian aku menemani mama.
Hikmah yang ku dapatkan di hari ini adalah menyediakan waktu tuk bercengkerama dengan mama. Hmmm....hal ini akan ku masukkan ke dalam daftar resolusi 2009 yang sudah ku buat sebelumnya.
Semoga saja hari-hari ke depan akan lebih baik dari hari-hari sebelumnya karena jika tidak maka merugilah aku......

01012009

-rf-